ETIKA PROFESI 6

ETIKA BISNIS

    Halo semuanya. Kelas Etika Profesi Universitas Jember kali ini membahas mengenai "Etika Bisnis". Di mana etika itu menjadi hal terpenting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berbisnis. Tanpa etika, manusia akan hidup tidak beraturan dan akan semaunya sendiri. Begitu juga dalam bisnis apabila tanpa etika, maka bisnis bisa saja tidak bertahan lama. Mari simak lanjutan pembahasannya di bawah ini. 

    Apa itu etika bisnis? Etika bisnis adalah suatu bentuk dari etika profesi yang mengatur prinsip etika, seperti hal yang boleh dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan di lingkungan bisnis. Etika ini berlaku pada semua aspek di dalam bisnis mulai dari produksi, distribusi, pemasaran, penjualan, sampai konsumsi barang dan jasa. Etika bisnis ini berasal dapat berasal dari individu, aturan organisasi, ataupun sistem hukum yang ada. 

    Mengapa perlu ada etika bisnis? Etika dalam bisnis berguna untuk memberikan pedoman berbisnis kepada pihak-pihak yang melakukannya, sehingga bermanfaat untuk menjaga nama, harga diri, dan bahkan nasib manusia yang terlibat dalam sebuah proses bisnis. Etika bisnis mengandung pembelajaran bahwa dalam mewujudkan keberhasilan berbisnis itu tidak hanya memikirkan keuntungan, tetapi harus memperhatikan etika dan menjaga hubungan baik antar-orang yang terlibat dalam proses bisnis. 

    Dalam etika bisnis ini juga terdapat kata kunci, yaitu:
  • Morality (moralitas) yang merujuk pada standar moral atau prinsip-prinsip etika yang menjadi pemandu tindakan dalam konteks bisnis. Moralitas membantu menentukan apa yang dianggap benar atau salah dalam perilaku bisnis. 
  • Behaviour (perilaku). Hal ini menyangkut tentang bagaimana individu atau organisasi bertindak dalam situasi bisnis, termasuk perilaku yang etis atau tidak etis. 
  • Trust (kepercayaan). Suatu bisnis yang dapat dipercayai cenderung memiliki hubungan yang kuat dengan pelanggan, mitra, dan lainnya. 
  • Reliability (keandalan). Dalam bisnis, keandalan mencakup kualitas produk atau layanan yang dijanjikan dan memenuhi harapan pelanggan secara konsisten.
  • Responsibility (tanggung jawab). Kata kunci ini mencakup bagaimana perusahaan/ organisasi memenuhi tanggung jawab terhadap berbagai aspek dalam berjalannya sebuah bisnis. 
  • Principle (prinsip). Hal ini mencakup integritas, kejujuranm dan prinsip-prinsip lainnya. 
  • Relationship (hubungan). Hal ini mencakup antara hubungan bisnis dengan pelanggan, mitra, dan pihak-pihak lain di mana hubungan baik tersebut dapat membangun kepercayaan dan mendukung keberlanjutan bisnis.
  • Choice (pilihan). Etika bisnis sering kali mengharuskan individu dan organisasi membuat pilihan yang etis dalam situasi yang kompleks. 

Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
  • Honesty (kejujuran). Bisnis haru berkomitmen untuk selalu berbicara dan bertindak jujur, baik kepada pelanggan, mitra, karyawan, dan pihak-pihak lainnya.
  • Avoid Conflicts (menghindari konflik). Prinsip ini mengharuskan individu dan perusahaan untuk menghindari situasi di mana kepentingan pribadi atau kelompok bisa mengganggu keputusan bisnis yang objektif. 
  • Compliance (kepatuhan). Prinsip ini mengacu pada kewajiban bisnis untuk mematuhi semua hukum, peraturan, dan standar etika yang berlaku. 
  • Relevant Information (informasi yang relevan). Bisnis harus memberikan informasi yang akurat, lengkap, dan relevan kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut.
  • Law Abiding (patuh pada hukum). Prinsip ini menekankan pentingnya mematuhi hukum agar hal-hal yang tidak diinginkan dan berpotensi merusak kegiatan bisnis itu tidak terjadi.
  • Fulfilling Commitments (memenuhi komitmen). Bisnis harus mempunyai komitmen dan memenuhinya. Komitmen tersebut termasuk komitmen kepada pelanggan, mitra, karyawan, dan pihak-pihak lain yang di mana komitmen ini mencakup kontrak, garansi, dan perjanjian lain. 

       Ada beberapa prinsip etika bisnis lainnya yaitu: 
  • Prinsip Otonomi. Yaitu kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan da bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil. 
  • Prinsip Kejujuran. Kejujuran merupakan hal yang sangat penting dalam berjalannya sebuah bisnis. Bisnis tidak akan bertahan lama jika tidak dilandasi kejujuran karena kejujuran merupakan kunci dari keberhasilan suatu bisnis.
  • Prinsip Keadilan. Dalam sebuah bisnis, orang yang terlibat dalam kegiatan berbisnis harus mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, dengan artian tidak ada pihak yang bokeh dirugikan haknya. 
  • Prinsip Saling Menguntungkan. Dalam sebuah kegiatan berbisnis, semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif. 
  • Prinsip Integritas Moral. Para pelaku bisnis harus menjaga nama baik pribadi dan perusahaan/ organisasi agar tetap dipercaya dan berintegritas tinggi. 

Masalah Etika dalam Bisnis
   Dalam kegiatan berbisnis, masalah etika bisnis sering terjadi. Masalah etika bisnis merupakan sebuah masalah, situasi dan peluang yang dapat diidentifikasi yang mengharuskan seseorang untuk melakukan tindakan yang dapat dievaluasi sebagai tindakan yang benar atau salah, etis atau tidak etis. Banyak masalah dalam bisnis yang mungkin "nampak mudah" dan "mudah" untuk dipecahkan, namun kenyataannya sulit dan membutuhkan pengalaman bisnis yang cukup lama untuk memahami apakah masalah itu etis atau tidak. Misalnya, seorang marketing property menawarkan hadiah berupa tiket nonton festival kepada pelanggannya. Apakah hal tersebut sekedar praktik penjualan atau lebih? Jawabannya sangat sulit, untuk ukuran transaksi bisnis tidak ada masalah. Namun akan ada banyak faktor lain untuk menentukan apakah tindakan tersebut dinilai benar dan salah oleh orang lain. 

E-commerce, Benefit, Etika, dan Masalah Etika
   E-commerce adalah kemampuan perusahaan untuk menyediakan website dinamis pada internet yang dapat digunakan untuk melangsungkan bisnis secara elektronik, atau dengan kata lain memiliki sebuah toko online. Melalui E-commerce, produk dapat diiklankan, dijual, dan dibayarkan secara elektronik. Kelebihan dari E-commerce adalah kemampuan untuk menyediakan transaksi belanja yang aman melalui internet dan hampir secara instan verifikasi dan validasi transaksi kartu kredit. Secara cost dan jangkauan pasar, e-commerce jauh lebih unggul dibandingkan conventional store. 

   Benefit dari E-commerce antara lain adalah sebagai berikut: 
  • Access to a Global Market. Akses terhadap pasar global yang semakin mudah melalui E-commerce ini. 
  • Cutting Out the Middleman. Penjualan bisa dilakukan secara langsung tanpa melalui perantara atau pihak ketiga.
  • A Level Playing Field. Usaha kecil dapat bersaing degan perusahaan-perusahaan besar. 
  • Open 24 Hours A Day. E-commerce dapat melakukan interaksi jual beli atau transaksi kapan saja selama 24 jam. 
  • Greater Customer Satisfaction. E-commerce mampu membentuk loyalitas konsumen. 
  • Reduced Marketing Costs. Dengan adanya E-commerce, biaya pemasaran bisa dikurangi secara konvensional. 
  • Better Customer Information. Dengan adanya E-commerce, perusahaan mampu mendapatkan informasi detail tentang konsumen. 
  • Security. Keamanan transaksi, verifikasi otomatis, dan keamanan situs bisa didapatkan dari adanya sebuah E-commerce. 

Etika dalam E-Commerce
    Dalam peraturan menteri perdagangan RI tentang E-Commerce yang kemudian dimuat dalam UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan terdapat 6 hal, yaitu:
  1. Semua situs perdagangan online harus terdaftar, tidak bisa melakukan aktivitas jual-beli online secara bebas. Pelaku bisnis online juga harus mendeklarasi etika bisnis yang dimiliki.
  2. Pelaku bisnis online juga harus menyusun data dan bukti transaksi dengan benar. Data transaksi ini nantinya bisa digunakan sebagai alat bukti dan memiliki kekuatan hukum.
  3. Lantaran perdagangan online bersifat global, kementerian memperbolehkan pihak yang mengalami sengketa perdagangan untuk memilih kaidah hukum perdagangan internasional.
  4. Meski transaksi bersifat digital, kontrak harus tetap memasukkan identitas, spesifikasi barang, legalitas barang, nilai transaksi, dll. Situs e-commerce wajib membuat kontrak online dalam Bahasa Indonesia. 
  5. Situs perdagangan online juga harus emmiliki trustmark. Dengan adanya trustmark internasional, konsumen akan merasa lebih aman saat berbelanja di situs tersebut. 
  6. Kementerian akan menerbitkan daftar hitam (blacklist) bagi situs perdagangan online yang melanggar aturan berdasarkan laporan yang masuk ke kementerian perdaganga

Masalah-Masalah dalam E-Commerce
    Beberapa masalah yang dapat terjadi di dalam sebuah E-commerce antara lain adalah:
  • Web Spoofing. Hacker membuat situs palsu yang hampir mirip dengan situs asli untuk menarik konsumen untuk memberikan nomor kartu kredit atau data penting lainnya. Sebagai contoh www.micros0ft.com. Banyak pengguna yang terkadang tidak sengaja dan tidak sadar bahwa situs tersebut bukanlah situs asli Microsoft.
  • Cyber-squatting. Seseorang menggunakan nama domain milik organisasi terkenal dengan tujuan untuk melanggar trademark. Kemudian memeras pemilik trademark aslinya dengan mematok harga yang jauh lebih mahal. Biasanya menambahkan kata-kata yang merusak citra organisasi pemilik trademark tersebut. Contohnya adalah www.walmartsucks.com.
  • Privasi Invasion. Masalah dalam penyalahgunaan informasi pribadi konsumen ini contohnya seperti melalui beberapa cara, antara lain:
    • E-Commerce membeli informasi individu seperti detail personal, shopping habit dan pola kunjungan website. Kemudian dijual kepada perusahaan untuk pemasaran produk.
    • Informasi pribadi "dicegat/ interrupt" oleh pihak yang tidak seharusnya mengetahui informasi pribadi konsumen.
    • Malware yang disisipkan melalui web yang merekam seluruh aktivitas konsumen pada website yang disimpan pada cookies. 
  • Online Piracy. Pembajakan online yang melanggar hak atas kekayaan intelektual seperti e-book, musik, video, dan lain-lain.
  • Email Spamming. Spamming melalui email yang pernah dimasukkan oleh konsumen. Kemudian dijadikan sebagai "pasar" untuk mengiklankan produk secara berkala. 

    Baiklah, sampai sini saja beberapa hal mengenai "Etika Bisnis dalam Bidang E-Commerce" yang dapat saya tuliskan. Semoga bisa bermanfaat untuk semua yang membaca ini. Thank you and see you on the next part ♡♡♡

Komentar